Ambo Dalle Berharap Bendungan Marangkayu Segera Difungsikan

KUTAI KARTANEGARA – Demi meningkatkan produksi pangan para petani dan penyediaan air bersih di masyarakat Kecamatan Marangkayu Kabupaten Kutai Kartanegara, masyarakat Marang kayu mengharapkan bendungan yang dibangun dengan biaya konstruksinya berasal dari APBN sebesar Rp63,03 miliar segera difungsikan.

Bendungan dibangun oleh kontraktor pelaksana PT Waskita Karya (Persero)–PT Brantas Abipraya, untuk pembangunan spillway dan untuk tubuh bendungan menggunakan dana APBD Provinsi Kaltim. Dan dikerjakan oleh Dinas PU Provinsi Kaltim. Saat ini telah memasuki proses finishing. Diharapkan bisa segera digunakan masyarakat.

Camat Marangkayu Ambo Dalle mengharapkan pembangunan Bendungan Marangkayu bisa segera dimanfaatkan masyarakat. Baik untuk kebutuhan air bersih maupun digunakan untuk mengaliri lahan pertanian masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan diselesaikannya pembangunan bendungan Marangkayu ini bisa segera difungsikan dengan pengaliran bendungan. Sehingga secepatnya dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Ambo Dalle.

Menurut dia, bendungan ini diharapkan membawa manfaat bagi masyarakat sekitar. Baik penyediaan air bersih maupun irigasi lahan pertanian. “Jadi jangan prosesnya aja yang panjang, namun diharapkan manfaatnya juga bisa lebih panjang. Dan bisa menjadi penopang kebutuhan air bersih bagi masayarakat sekitar,” jelas Ambo Dalle.

Sementara itu, Asisten II Setkab Kukar, Ahyani Fadianur Diani, menekankan pentingnya perencanaan matang dalam pengoperasian Bendungan Marangkayu agar tidak merugikan masyarakat. “Kami harap bendungan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, namun juga tidak merugikan mereka,” sebutnya.

Sebagai informasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merampungkan pembangunan Bendungan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim).

Bendungan dengan kapasitas tampung 12,37 juta meter kubik ini masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai Perpres No. 109 Tahun 2020 untuk menambah jumlah tampungan air dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan air.

Bendungan Marangkayu dibangun Balai Wilayah Sungai (BWS) BWS Kalimantan IV Samarinda, Ditjen Sumber Daya Air, Kementerian PUPR dengan memanfaatkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Marangkayu yang memiliki luas DAS sekitar 243 km2.

Bendungan ini diproyeksikan untuk pengembangan dan peningkatan Daerah Irigasi (DI) Marangkayu yang memiliki luas potensi lebih dari 3.000 ha. Dengan luas yang tergarap saat ini sekitar 1.300 ha dengan sistem tadah hujan dan irigasi desa.

Konsep rencana pengembangan DI Marangkayu sesuai kondisi karakteristik daerah adalah dengan merencanakan sistem jaringan irigasi teknis dimana kebutuhan air irigasinya disuplai dari bendungan yang memanfaatkan aliran sungai Marangkayu. Sehingga diharapkan meningkatkan jumlah masa panen dalam satu tahun.

Bendungan Marangkayu akan dimanfaatkan untuk mengaliri lahan irigasi seluas 1.500 Ha, sumber air baku 450 liter/detik, serta untuk pengendalian banjir dan potensi pariwisata. (ADV/DISKOMINFO KUKAR)

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker