Meriahkan Erau Adat Kutai 2026, Dispora Kukar Gelar Sejumlah Olahraga Tradisional

KUKAR – Dalam rangka memeriahkan rangkaian Erau Adat Kutai 2026, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar sejumlah perlombaan olahraga tradisional. Kegiatan tersebut digelar sejak 21 hingga 25 September 2026 di Halaman Parkir Jembatan Repo-Repo, kawasan Pulau Kumala, Tenggarong. Sejumlah olahraga tradisional yang dipertandingkan di antaranya begasing, menyumpit, ketapel dan belogo.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan Erau Adat Kutai, tetapi menjadi salah satu upaya Pemerintah Daerah menjaga dan melestarikan olahraga tradisional yang merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat daerah.

Sekretaris Dispora Kukar Dery Wardhana mengatakan, olahraga tradisional memiliki nilai budaya yang perlu terus diperkenalkan dan diwariskan kepada generasi muda. Perkembangan zaman dan semakin banyaknya olahraga modern membuat olahraga tradisional perlu mendapatkan ruang, agar keberadaannya tetap dikenal masyarakat.

“Olahraga tradisional ini merupakan bagian dari budaya daerah yang harus kita lestarikan. Untuk itu, melalui kegiatan seperti ini kita ingin olahraga tradisional tetap hidup dan dikenal, khususnya oleh generasi muda,” kata Dery Wardhana pada media ini, di ruang kerjanya, Rabu (23/9/2026).

Ia menyebutkan, antusiasme masyarakat dan para penggiat olahraga tradisional mengikuti kegiatan tersebut cukup tinggi. Peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Kukar, tetapi datang dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Keikutsertaan peserta dari berbagai daerah menunjukkan olahraga tradisional masih memiliki peminat cukup besar di tengah perkembangan olahraga modern.

“Antusias peserta luar biasa. Ada penggiat yang datang dari sejumlah kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur. Ini menjadi hal positif karena kegiatan olahraga tradisional dapat menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkenalkan budaya daerah,” katanya.

Dia berharap dengan perlombaan begasing, menyumpit, ketapel dan belogo, olahraga tradisional tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan perayaan Erau, tetapi terus berkembang dan menjadi bagian dari aktivitas masyarakat secara berkelanjutan. “Kami berharap olahraga tradisional di Kukar terus berkembang dan berkelanjutan,” ucap dia.

Sementara itu, salah satu  peserta olahraga tradisional begasing, Rustam mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai olahraga begasing tidak hanya membutuhkan keterampilan, tetapi ketelitian dan konsentrasi dari para pemain.

“Begasing ini bukan hanya sekadar permainan, tetapi bagian dari budaya yang harus terus dikenalkan kepada anak-anak muda. Kalau tidak ada kegiatan seperti ini, dikhawatirkan generasi sekarang semakin kurang mengenal olahraga tradisional,” ungkapnya.

Dia berharap, kegiatan olahraga tradisional dalam rangka Erau Adat Kutai dapat terus digelar setiap tahun, dengan melibatkan lebih banyak peserta dari berbagai daerah. “Selain menjadi sarana pelestarian budaya, kegiatan tersebut dapat menjadi ajang silaturahmi antarpenggiat olahraga tradisional di Kalimantan Timur,” kata dia. (adv/ki/Diskominfo Kukar)

Editor : Abdul Rahman

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker