Desa Muara Enggelam Miliki Potensi Olahan Ikan Air Tawar

KUTAI KARTANEGARA –  Muara Enggelam merupakan Desa terpencil di Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim). Diperlukan perjalanan darat dua jam dari Kecamatan Tenggarong, Ibu Kota Kukar. Dilanjutkan mengarungi sungai satu jam, menuju desa yang berada di tengah Danau Melintang ini.

Desa berpenduduk 700 jiwa dengan 174 kepala keluarga ini, hanya memiliki  potensi ekonomi olahan ikan air tawar. Usaha kecil mikro dan menengan (UMKM) ikan asin kemasan menjadi andalan di sini.

Keseharian, masyarakat Muara Enggelam (Mueng) menggunakan bahasa Suku Kutai, sehingga nuansa adatnya begitu terasa.

Tidak adanya daratan menjadikan tempat berteduh ratusan masyarakat Desa Muara Enggelam di atas perairan. Rumah warga pun dibangun sedemikian rupa agar bisa bertahan lama. Ratusan penduduk menggantungkan hidup sebagai nelayan dan menggunakan perahu sebagai moda transportasi utama.

Melihat potensi itu, Desa Muara Enggelam akan mengembangkan sektor pariwisata dengan memanfaatkan sumber daya alam (SDA) yang ada. Salah satunya dengan mengkonversi pohon-pohon tua untuk dijadikan homestay, dan menyediakan tempat yang tenang bagi wisatawan.

Rencana tersebut, mencakup pembangunan penginapan terapung sebagai daya tarik tambahan bagi wisatawan yang ingin menikmati kehidupan di atas air.

“Diharapkan, kedatangan wisatawan akan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat serta pendapatan desa secara keseluruhan,” kata Kepala Desa Muara Enggelam, Madi, Rabu (27/3/2024).

Meskipun demikian, pengembangan pariwisata ini juga harus memperhatikan pelestarian lingkungan. Desa Muara Enggelam berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan memastikan aktivitas wisata tidak merusak ekosistem lokal.

Ditambahkan Madi, pengembangan obyek wisata akan melibatkan partisipasi masyarakat setempat, terutama kalangan generasi milenial. Diharapkan mereka dapat berkreasi dan promosi sehingga mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Desa Muara Enggelam.

“Kami juga berharap pihak pemerintah Kabupaten dapat melirik desa kami untuk pengembangan sektor wisatanya,” katanya.

Selain itu  perputaran ekonomi desa kini mengandalkan penghasilan dari perikanan dan budidaya walet. “Setiap hari, pengepul datang untuk mengambil hasil tangkapan ikan yang kemudian diolah menjadi produk ikan asin dan dikirim ke berbagai wilayah,” kata Madi.

Produk-produk ini mencapai pasar di Banjarmasin Kalimantan Selatan dan bahkan sampai ke luar Kalimantan Timur, pembudidayaan walet telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi desa.

“Ada sekitar ratusan rumah walet yang telah dibangun, yang sangat berpengaruh bagi kesejahteraan dan ekonomi lokal,” ujarnya.

Ia juga menekankan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan untuk keberlanjutan masyarakat desa. Pemerintah Desa Muara Enggelam berkomitmen untuk terus mengelola sumber daya alam dengan bijak. “Menjaga ekosistem alam adalah penting untuk keberlangsungan hidup kita,” tegas Madi.

Kegiatan pariwisata di Indonesia, diproyeksikan menjadi sumber pendapatan bagi pemerintah daerah secara berkesinambungan di masa mendatang, termasuk di Kalimantan Timur. Keberadaan kawasan tiga danau di Kutai Kartanegara. Termasuk Danau Melintang, telah masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2016-2036 sebagai kawasan yang memiliki nilai strategis dari sudut kepentingan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup.

Pengembangan ekowisata di Desa Muara Enggelam yang berada persis di tepi Danau Melintang diharapkan mampu mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaannya. (ADV/DISKOMINFO KUKAR)

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker