
KUKAR – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri mendorong seluruh pedagang di Tangga Arung Square (TAS) memanfaatkan aplikasi Kukar Go untuk memperluas pemasaran produk mereka. Keberadaan Kukar Go dapat menjadi salah satu sarana bagi pelaku usaha lokal mempromosikan produk secara lebih luas, tidak hanya mengandalkan pembeli yang datang langsung ke kawasan Tangga Arung Square.
“Perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan jangkauan pasar,” Aulia Rahman Basri pada media ini usai melaunching aplikasi Kukar Go di Kawasan Tuah Himba Jembatan Kukar, Sabtu (3/10/2026).
Melalui Kukar Go, kata dia, produk yang dijual pedagang TAS diharapkan dapat dikenal masyarakat dari berbagai wilayah. “Pedagang di Tangga Arung Square harus bisa memanfaatkan KUKAR Go. Jangan hanya menunggu pembeli datang,” katanya.
Ia menilai digitalisasi pemasaran menjadi bagian penting mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan memanfaatkan aplikasi tersebut, pedagang dapat memperkenalkan produk kuliner, fashion, suvenir maupun berbagai produk khas Kukar kepada calon konsumen. “Kami berharap para pedagang tidak hanya menjadikan TAS sebagai tempat berjualan. Tetapi, mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Pemanfaatan teknologi dapat membantu pelaku usaha meningkatkan omzet sekaligus memperluas jaringan konsumen,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Burhanuddin mendorong para pedagang di Tangga Arung Square ikut memanfaatkan aplikasi Kukar Go. Aplikasi tersebut memberikan peluang bagi pedagang untuk memasarkan dagangan secara lebih mudah. Terlebih, konsumen saat ini semakin terbiasa mencari dan membeli berbagai produk melalui platform digital.
“Kita akan mendorong pedagang di Tangga Arung Square, untuk memanfaatkan Kukar Go. Ini menjadi salah satu media promosi yang bisa membantu mereka memperkenalkan produknya kepada masyarakat secara lebih luas,” ujar Burhanuddin.
Ia menyampaikan, keberadaan TAS sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi dan kuliner di Tenggarong perlu didukung dengan strategi pemasaran yang mengikuti perkembangan zaman. Sehingga Disperindag Kukar akan terus memberikan pendampingan kepada para pedagang agar mampu mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam menjalankan usahanya.
“Kami berharap bukan hanya ramai di lokasi, tetapi produk mereka juga dikenal di luar kawasan TAS. Dengan begitu, aktivitas perdagangan bisa terus berkembang dan memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (adv/ki/Diskominfo Kukar)
Editor : Abdul Rahman



