BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mulai mendorong kesiapan sektor pariwisata menghadapi libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Wakil Bupati Berau, Gamalis, meminta pelaku usaha wisata menyiapkan layanan, menjaga kebersihan, dan memastikan harga tetap wajar, agar wisatawan merasa nyaman berkunjung.
“Berau sebagai salah satu daerah tujuan wisata dan penunjang sektor pariwisata Ibu Kota Nusantara (IKN) perlu mempersiapkan diri menghadapi potensi peningkatan kunjungan selama libur panjang akhir tahun,” kata Gamalis saat ditemui di Kantor Kecamatan Sambaliung, Kamis (5/11/2026).
Menurutnya, persiapan tidak cukup hanya dengan menawarkan destinasi dan fasilitas wisata. Tetapi, kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, keamanan masyarakat dan wisatawan juga harus menjadi perhatian.
“Berau harus mempersiapkan diri. Tidak hanya apa yang kita suguhkan kepada wisatawan, tetapi juga kebersihan, persoalan sampah, serta keamanan masyarakat maupun para wisatawan,” katanya.
Ia mengingatkan pelaku usaha wisata agar menata harga hotel, penginapan, makanan dan minuman, hingga transportasi. “Harga yang tidak wajar berpotensi menimbulkan keluhan dan membentuk citra negatif terhadap pariwisata Berau,” tandasnya.
Gamalis berharap pemerintah kecamatan, kelurahan, dan kampung turut berkoordinasi dengan pelaku wisata di wilayah masing-masing untuk memastikan kesiapan menghadapi kedatangan pengunjung.
“Selain itu, kapasitas penginapan juga perlu diperhitungkan. Hotel, homestay, dan penginapan di kawasan pesisir, hulu, maupun pusat kota diharapkan mulai menyiapkan daya tampung agar wisatawan tidak kesulitan mencari tempat bermalam,” ungkapnya.
Ia mencontohkan pengalaman liburan sebelumnya. Ketika tingginya kunjungan membuat sebagian wisatawan terpaksa mendirikan tenda di pantai hingga menginap di masjid, karena keterbatasan tempat bermalam.
Gamalis juga menilai keberadaan Jembatan Nibung di kawasan pesisir berpotensi mempermudah akses wisatawan menuju destinasi di wilayah tersebut. Karena itu, pengelola penginapan dan pelaku usaha di kawasan pesisir mesti turut mengantisipasi peningkatan kunjungan.
“Dengan adanya Jembatan Nibung, akses ke wilayah pesisir semakin mudah. Penginapan di pesisir, hulu, maupun kawasan lainnya harus mulai mempersiapkan diri, termasuk memperhitungkan daya tampung hotel, homestay, dan penginapan,” ujarnya. . (brp/gs/adv)
Penulis : Bayu Ramadhana Putra



