SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk memperkuat kemampuan fiskal daerah. Namun, upaya mengejar target pendapatan tersebut diminta tidak dilakukan dengan kebijakan yang justru membebani masyarakat.
Wakil Ketua II DPRD Kota Samarinda, Ahmad Vananzda, mengatakan DPRD saat ini memang tengah mendorong proyeksi PAD 2027 mencapai Rp1,5 triliun setelah melihat perkembangan PAD beberapa tahun kebelakangan yang menunjukkan tren yang cukup baik.
Menurut Vananzda, masih terdapat berbagai lahan PAD yang dapat digali Pemkot Samarinda untuk meningkatkan pendapatan tanpa harus menambah beban masyarakat secara berlebihan. “Mudah-mudahan dengan menggali potensi-potensi yang ada, PAD bisa mencapai target yang diinginkan,” ujarnya.
Ia menyebut sektor perpajakan menjadi salah satu sumber PAD yang memiliki potensi cukup besar, termasuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Namun, kebijakan optimalisasi penerimaan harus tetap memperhatikan kemampuan masyarakat.
Vananzda meminta Pemkot Samarinda berhati-hati apabila hendak meningkatkan PAD melalui penambahan atau penyesuaian pungutan yang berkaitan langsung dengan masyarakat. “Kita tekankan kepada pemerintah kota berkaitan dengan penambahan PAD yang berisiko dengan kebijakan kepada rakyat atau masyarakat. Itu mungkin kita kurangi. Artinya jangan terlalu besar,” tegasnya.
Menurutnya, peningkatan PAD memang penting untuk memperkuat anggaran daerah. Akan tetapi, target pendapatan tidak boleh dicapai dengan mengorbankan masyarakat melalui pajak atau pungutan yang terlalu tinggi. “Jangan sampai masyarakat terbebani dengan pajak-pajak itu, walaupun itu untuk proyeksi mendapatkan PAD kita,” katanya.
Karena itu, DPRD berharap Pemkot Samarinda dapat lebih kreatif dalam menggali sumber-sumber pendapatan baru. Optimalisasi potensi yang sudah ada dinilai lebih penting dibandingkan sekadar menaikkan beban pungutan kepada masyarakat.
Pembahasan mengenai PAD tersebut masih akan berlanjut dalam rapat Banggar DPRD Samarinda bersama pemerintah kota. DPRD sendiri telah menyampaikan harapan agar proyeksi PAD 2027 dapat berada di angka Rp1,5 triliun. “Intinya kita berharap pemerintah kota bisa memproyeksikan Rp1,5 triliun,” pungkasnya. (ah/gs/adv)
Penulis: Annisa Hidayah



