
SAMARINDA – Komisi IV DPRD Samarinda sangat prihatin terhadap tiga sekolah di Samarinda yang dilaporkan mengalami kerusakan parah. Komisi IV pun menyayangkan lambatnya mendeteksi lebih awal kerusakan sekolah tersebut.
“Jangan menunggu heboh dulu, baru melakukan penanganan. Seharusnya kerusakan sekolah itu bisa dideteksi lebih awal. Kepala Sekolah bisa menyampaikan laporan ke dinas terkait. Kalau memang tidak direspon dinas terkait, mereka bisa langsung datang ke DPRD,” tandas Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Muhammad Novan Syahronny Pasie, kemarin.
Novan mempertanyakan efektifitas penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Khususnya, sekolah dengan kondisi memprihatinkan. “Dana BOS memang terbatas. Tidak akan cukup kalau digunakan untuk merenovasi besar. Ada sekolah ruang kelasnya masih kayu, tetapi pagarnya dibangun beton. Jumlah murid hanya 160-an. Masalah seperti ini perlu ditinjau lagi. Apakah menggunakan opsi penggabungan atau merelokasi. Ini bisa menjadi solusi jangka panjang,” ungkap dia.
Diketahui, tiga sekolah di Samarinda dilaporkan mengalami kerusakan parah. Bangunan sekolah tersebut masih berbahan kayu dan masuk zona rawan longsor. Bahkan sering terdampak musibah banjir.
Komisi IV DPRD Samarinda tidak tinggal diam saat mendapatkan laporan kondisi 3 sekolah tersebut. Salah satunya, SDN 020 Samarinda Utara. Mereka berencana akan meninjau langsung sekolah tersebut. Dan, ingin memastikan penanganan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda terhadap sekolah tersebut. (adv/gs/DPRD Samarinda)



