
SAMARINDA – Wakil Ketua (Waket) DPRD Samarinda Subandi tidak setuju dengan kebijakan baru dari pemerintah pusat yang akan merubah seragam sekolah, baik Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Informasinya, ada yang menyebut dirubah menggunakan pakai adat. Kalau itu benar, tentu saja sangat memberatkan. Karena harga pakaian adat itu mahal. Niatnya merubah seragam sekolah itu memang baik, untuk menanamkan nasionalisme, kedisiplinan dan meningkatkan citra sekolah. Tetapi, itu bisa memberatkan siswa yang memiliki ekonomi menengah ke bawah,” ungkap dia.
Dia menyarankan Pemerintah Pusat untuk mengkaji ulang rencana perubahan seragam sekolah tersebut. Perlu mempertimbangkan sejumlah aspek dan kondisi masyarakat.
“Silahkan kalau mau menyempurnakan, itu bagus, tetapi jangan sampai seragam sekolah dirubah total. Ini bisa membuat tidak kondusif di masyarakat. Perlu dikaji ulang lagi lah, dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat dan aspek-aspek lainnya,” ucap dia. (ADV)



