
KUKAR – Ketua DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Ahmad Yani beserta isteri, Wakil Ketua DPRD Kukar Aini Farida dan perwakilan Sekretariatan DPRD Kukar mengunjungi dua posko kebakaran, Jumat (16/10/2026). Yakni, posko kebakaran Jalan Kartini, Gang Karya, Kelurahan Loa Ipuh, dan posko Balakarcanas Sangaji, Kelurahan Sukarame, Tenggarong.
Dalam kunjungan ke posko Jalan Kartini, Ahmad Yani menyerahkan bantuan sembako. Sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada warga terdampak. Termasuk keluarga Almarhum Ustadz Hamdi Noor dan kedua anaknya, Ahmad Ali Maulidiya serta Husin Taufiqqurahman. Bantuan tersebut diterima langsung Lurah Loa Ipuh, Joko, disaksikan para relawan yang sedang bertugas di posko kebakaran.
Berdasarkan data, kebakaran di Jalan Kartini berdampak pada 11 rumah. Dengan delapan rumah terbakar habis. Dan tiga lainnya turut terdampak. Sebanyak 17 kepala keluarga atau 55 jiwa tercatat menjadi korban peristiwa tersebut.
Ahmad Yani mengatakan, pendataan menyeluruh terhadap warga terdampak perlu dilakukan. Supaya, bantuan pemerintah dapat diberikan secara tepat sasaran. Warga yang kehilangan tempat tinggal membutuhkan perhatian berkelanjutan. Agar, kondisi kehidupan mereka setelah musibah kembali pulih.
“Bantuan ini kita berikan untuk sementara. Selanjutnya, kita perlu berkoordinasi dan memastikan kebutuhan warga terdata dengan baik. Kalau memang diperlukan, kita bersama-sama mendorong pembangunan rumah pengganti bagi warga yang kehilangan tempat tinggal,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan, musibah kebakaran harus menjadi bahan evaluasi bersama. Pemerintah daerah, DPRD, petugas pemadam kebakaran, relawan, hingga masyarakat perlu memperkuat langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Selain penanganan korban, Ahmad Yani menyoroti pentingnya pemeriksaan instalasi listrik. Terutama bangunan yang menggunakan kabel lama atau tidak lagi layak. “Potensi gangguan kelistrikan perlu mendapat perhatian serius, di samping faktor lain seperti penggunaan kompor dan aktivitas rumah tangga,” katanya.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) untuk mengevaluasi kondisi infrastruktur kelistrikan. Dan menindaklanjuti keluhan masyarakat soal pemadaman listrik berulang. Karena disebut berdampak pada kerusakan peralatan elektronik.
“Persoalan listrik ini perlu kita telusuri bersama PLN. Kita tidak bisa hanya melihat satu faktor penyebab kebakaran. Instalasi sudah tua, kondisi jaringan, dan kesiapan masyarakat juga harus menjadi perhatian agar risiko kebakaran dapat ditekan,” katanya.
Ahmad Yani menambahkan, penguatan kesiapsiagaan juga harus dibarengi dengan ketersediaan sarana dan prasarana pemadam kebakaran yang memadai. Dukungan peralatan, fasilitas pasokan air, dan kebutuhan operasional relawan sangat penting. Ini untuk mempercepat penanganan ketika kebakaran terjadi.
Usai mengunjungi posko di Loa Ipuh, Ahmad Yani bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke posko Balakarcanas Sangaji di Kantor Kelurahan Sukarame. Rombongan disambut Lurah Sukarame, Indah, bersama puluhan relawan. Di lokasi tersebut, ia kembali menyerahkan bantuan sembako untuk mendukung kebutuhan relawan yang setiap hari bersiaga membantu masyarakat.
“Kami mengapresiasi peran relawan dalam penanggulangan kebakaran. Kami berharap dukungan terhadap mereka terus ditingkatkan,” ungkap Ahmad Yani.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke kediaman Hj. Nimah, orang tua almarhum Ustaz Hamdi Noor di Jalan Japar Seman, Kelurahan Kampung Baru. Ahmad Yani menyerahkan bantuan sekaligus menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga yang ditinggalkan.
Ia berharap bantuan dan perhatian yang diberikan dapat membantu meringankan beban warga terdampak. “Pemulihan pascakebakaran harus menjadi perhatian bersama. Disertai upaya pencegahan dan peningkatan kesiapsiagaan agar masyarakat Kukar lebih terlindungi dari ancaman kebakaran,” ucapnya. (adv/ar/dprd kukar)
Editor : Abdul Rahman



