Pemkab Berau Minta Dana Kampung Jadi Modal Usaha

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mendorong pemerintah kampung memanfaatkan Anggaran Dana Kampung (ADK) untuk membangun sumber ekonomi baru. Anggaran tidak cukup hanya terserap setiap tahun, tetapi harus mampu menciptakan usaha dan menambah pendapatan masyarakat.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan dana kampung harus diarahkan untuk mengembangkan potensi lokal. Mulai dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), pariwisata hingga sektor pertanian. Jangan sampai anggaran habis hanya untuk kegiatan seremonial, yang manfaatnya tidak berkelanjutan. Termasuk perayaan hari ulang tahun kampung.

“Kalau uang hanya habis untuk pesta dan hiburan, kapan kampung kita bisa mandiri? Lebih baik warga bisa berjualan produk kampung, wisata tumbuh, dan kelompok tani berkembang,” tegasnya di Kantor Bupati Berau, beberapa waktu lalu.

Menurut Sri Juniarsih, program kampung harus disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan peluang ekonomi yang bisa dikembangkan. Sehingga, penggunaan anggaran tidak berhenti di kegiatan rutin. Tetapi bisa menghasilkan manfaat jangka panjang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tenteram Rahayu, menjelaskan regulasi membatasi anggaran sosial dan kemasyarakatan maksimal Rp100 juta. “Kebijakan tersebut diharapkan memberi ruang bagi pengembangan kegiatan yang lebih produktif,” katanya.

Ia meminta pemerintah kampung berani menggali potensi wilayah masing-masing. Misal, kampung yang memiliki sungai atau danau, dapat mengembangkannya menjadi destinasi wisata edukasi maupun rekreasi. “Tidak harus punya pantai untuk bisa menarik wisatawan. Kampung yang memiliki sungai atau danau dapat mengembangkannya menjadi destinasi wisata edukasi maupun rekreasi,” ujarnya.

Selain mengandalkan ADK, kata dia, kampung didorong menjalin kemitraan dengan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR). Kerja sama tersebut perlu dilakukan secara transparan dan diarahkan untuk mendukung pengembangan potensi lokal. “Yang diubah adalah mindset-nya. Dana kampung bukan hadiah, tetapi amanah yang harus dikelola dengan tanggung jawab dan inovasi,” pungkas Tenteram. (ar/gs/adv)

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker