Program Pelatihan Kompetensi Kerja, Distransnaker Kukar Sasar Desil 1-5

KUKAR – Pemkab Kukar mendorong warga miskin memiliki keterampilan dan sumber penghasilan, terlebih yang masuk kategori desil 1-5. Salah satunya melalui program pelatihan kompetensi kerja yang dilaksanakan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar. Program tersebut diprioritaskan bagi masyarakat yang masuk dalam kelompok keluarga miskin berdasarkan data pemerintah daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distransnaker Kukar Dendi Irwan Fahriza mengatakan, peserta pelatihan diarahkan berasal dari keluarga yang masuk kategori desil 1 hingga 5. Data tersebut mengacu pada data kemiskinan yang diperoleh dari Dinas Sosial (Dinsos) Kukar.

“Dalam penanganan kemiskinan di Kukar, kami berkolaborasi dengan Dinas Sosial, agar data penerima manfaat pelatihan tepat sasaran,” kata Dendi Irwan Fahriza, di ruang kerjanya, Jum’at (25/9/2026).

Menurutnya, kelompok desil 1-5 menjadi sasaran prioritas, karena merupakan masyarakat yang dinilai membutuhkan intervensi pemerintah, termasuk dalam bentuk peningkatan keterampilan dan kapasitas kerja. “Yang kami prioritaskan peserta pelatihan ini terdiri dari keluarga yang masuk kategori desil 1-5,” kata dia.

Ia menjelaskan, pelatihan kompetensi tidak hanya ditujukan agar peserta mendapatkan keterampilan baru, tetapi diharapkan dapat menjadi modal memperoleh pekerjaan dan mengembangkan usaha secara mandiri. Sehingga anggota keluarga yang sebelumnya berada dalam kondisi ekonomi rentan mampu meningkatkan pendapatan keluarga setelah mengikuti pelatihan.

“Peserta pelatihan itu telah memiliki bekal dan bekerja atau berusaha, pastinya peserta itu mampu mengangkat derajat ekonomi keluarganya, sehingga tak masuk kategori kemiskinan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengentasan kemiskinan membutuhkan intervensi yang berkelanjutan. Pemberian bantuan sosial tetap diperlukan bagi masyarakat yang membutuhkan. “Peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga penting, agar masyarakat memiliki kemampuan untuk meningkatkan taraf ekonominya secara mandiri,” ucap dia.

Berdasarkan data pemerintah daerah, angka kemiskinan Kukar pada 2025 berada di angka 6,72 persen atau sekitar 54 ribu jiwa. Angka tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 7,29 persen atau sekitar 59 ribu jiwa.

“Kami berharap pelatihan yang diberikan kepada masyarakat miskin dapat membuka akses terhadap pekerjaan dan usaha, sehingga secara bertahap mampu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan di daerah,” ungkap dia.

Sementara itu Kepala Dinsos Kukar Rinda Desianti menjelaskan, pemerintah daerah secara rutin memberikan berbagai bentuk bantuan sosial kepada masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1-5.  Bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat, mulai dari alat bantu bagi penyandang disabilitas, Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah pusat, Bantuan Langsung Tunai (BLT), hingga bentuk bantuan lainnya.

“Bantuan yang diberikan berbagai macam yaitu alat bantu disabilitas, PKH dari pemerintah pusat, BLT dan lainnya,” jelas Rinda.

Ia menyebutkan, kondisi kemiskinan dapat dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan maupun pendapatan tetap. Selain itu, kelompok lanjut usia juga menjadi salah satu kelompok yang membutuhkan perhatian dalam penanganan kemiskinan.

“Sinergi antara program bantuan sosial dan peningkatan kompetensi kerja sangat penting, agar penanganan kemiskinan tidak hanya bersifat jangka pendek,” ucap dia. (adv/ki/Diskominfo Kukar)

Editor : Abdul Rahman

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker