
KUTAI KARTANEGARA – Jalan penghubung antara Kecamatan Kembang Janggut dan Kecamatan Kota Bangun Darat masih dalam proses pembangunan. Karena itu, Pemerintah Kecamatan Kembang Janggut mengimbau masyarakat bersabar menunggu penyelesaian pembangunan jalan tersebut.
“Kami optimis dan mendukung proses pembangunan jalan yang sedang berjalan tersebut. Masyarakat mesti bersabar menunggu penyelesaian pembangunannya,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Camat Kembang Janggut Suhartono, kemarin.
Menurut dia, pembangunan perbaikan jalan perlu mempertimbangkan kondisi geografis dan teknis wilayah tersebut. Supaya, hasil pembangunannya dapat bertahan jangka panjang. “Pembangunan jalan perlu mempertimbangkan aspek geografis. Dan juga teknis wilayahnya. Sehingga, saat pembangunannya selesai, maka hasilnya bisa bertahan lama,” kata dia.
Dia mengatakan bahwa infrastruktur jalan sangat penting dan dibutuhkan masyarakat. Karena dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.
“Kondisi jalan yang bagus, bisa memperlancar mobilitas masyarakat. Dan juga memperlancar pendistribusian barang, serta akses layanan publik, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas dia.
Menurut dia, jalan penghubung Kembang Janggut-Kota Bangun masih proses pembangunan. Masyarakat belum dapat menikmati secara optimal. “Masyarakat Kembang Janggut belum sepenuhnya merasakan akses infrastruktur jalan. Karena, jalan penghubung Kembang Janggut ke Kota Bangun masih proses pembangunan,” kata dia.
Dia mengungkapkan bahwa kondisi medan pembangunan perbaikan jalan tersebut cukup menantang. “Jarak Koba ke Tuana itu sekitar 70 kilometer. Jadi proses perbaikan jalannya memang bertahap,” kata dia.
Suhartono menyampaikan bahwa kendala utama perbaikan jalan tersebut, yakni kondisi tanah di sekitar Danau Semayang masih tanah urukan. Jadi, tidak cukup kuat menopang beban kendaraan berat.
“Kendaraan yang melewati jalan itu, rata-rata muatan bebannya melebihi kapasitas. Itu lah yang menjadi salah satu penyebab utama jalan itu semakin rusak parah,” kata dia.
Selain itu, kata dia, diperparah dengan faktor cuaca. Hujan dengan intensitas tinggi beberapa bulan terakhir ini, membuat jalan belum sempurna itu semakin cepat rusak. “Hujan juga menjadi faktor yang memperparah kondisi jalan, semakin cepat rusak,” ungkap dia. (adv/gs/Diskominfo Kukar)



