Damayanti Nilai Pengawasan BPOM Masih Kurang Maksimal

SAMARINDA – Anggota DPRD Samarinda Damayanti menilai pengawasan dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) masih kurang maksimal. Terutama soal peredaran obat-obatan yang saat ini sedang marak dan menjadi sorotan publik.

Dimana, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengimbau agar penggunaan obat sirup bagi anak-anak dihentikan sementara. Kebijakan itu didasari dari kasus ginjal misterius pada anak-anak. Sesuai data Kemenkes, ada 206 kasus di 20 provinsi. 99 kasus diantaranya anak-anak berusia di bawah 6 tahun meninggal dunia.

“Sangat disayangkan. Obat itu telah dipasarkan sejak lama. Dan, baru muncul isu seperti ini setelah ada kejadian gagal ginjal. Ini membuktika, kalau selama ini pengawasan obat, khususnya dari BPOM masih kurang maksima,” ucapnya, kemarin.

Menurut dia, dewan akan memantau kebijakan Pemerintah Pusat untuk pengawasan terhadap obat-obatan tersebut.

“Jangan sampai imbauan dari pusat untuk tidak mendistribusikan obat tersebut masih dilakukan atau di perjual belikan di apotek, toko dan swalayan,” kata dia. (ADV)

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker