Anggota Dewan Soroti Uji KIR Jemput Bola

SAMARINDA – Anggota Komisi II DPRD Samarinda Laila Fatihah menyoroti program uji KIR jemput bola. Program itu sempat dicanangkan di masa Wali Kota sebelumnya. Namun program tersebut tidak sesuai standar.

Sebab, kata dia, biaya uji KIR di kantor hanya Rp50 ribu. Sedangkan uji KIR jemput bola mencapai Rp500 ribu. Namun tidak disetor ke kas daerah, untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Selain itu, program uji KIR jemput bola itu sangat berpotensi menimbulkan pungutan liar. Dan, tidak bisa dipastikan kebenarannya. Apakah kelayakan kendaraan itu benar-benar di uji atau tidak,” ucap dia.

Akhirnya, kata dia, program tersebut dihentikan. Sebab, biayanya terlalu membebani masyarakat.

“Program uji KIR jemput bola di masa Wali Kota sebelumnya akhirnya dihentikan. Karena, hasilnya diduga hanya  dinikmati oknum tertentu dan bukan untuk menambah PAD,” ucap dia. (ADV)

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker