Hapkido Kaltim Layak Diperhatikan

SAMARINDA – Gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024 mengukir banyak cerita menarik. Salah satunya dari cabang olahraga (Cabor) Hapkido Kontingen Kaltim yang berhasil membawa pulang medali perak ke Bumi Etam lewat Janitra Cikan, satu-satunya atlet yang turun mewakili Hapkido Kaltim dalam ajang 4 tahunan tersebut.

Penjabat (Pj) Ketua Pengprov Hapkido Kaltim, Juli Prastomo mengatakan prestasi tersebut adalah buah ketekunan atlit dan kepercayaan Pengprov dalam pengembangan Hapkido di Kalimantan Timur. “Prestasi itu jadi bahan bakar kami untuk terus mengembangkan Hapkido di Kaltim,” ujar Juli, Jumat (31/7/2026).

Dia menyampaikan langkah awal Hapkido Kaltim tidak dimulai di PON Aceh-Sumut, melainkan di PON Papua pada tahun 2021, dalam ajang itu, Hapkido Kaltim sebagai debutan turun sebagai Cabor Eksibishi atau Uji coba, hasilnya cukup baik dan potensial karena berhasil menyabet 2 medali perunggu. Meski medali tersebut tidak masuk dalam perolehan resmi kontingen Kaltim, Namun hasil itu menjadi titik awal kebangkitan Hapkido di daerah.

Pasca PON Papua, Pengcab Hapkido Kaltim terus menggodok potensi Hapkido di Bumi Etam melalui Kompetisi-Kompetisi sederhana namun bersifat berkelanjutan agar semangat para atlet yang sudah semakin banyak terus terjaga.

“Kami rutin menggelar kompetisi. Memang sederhana, tetapi kami usahakan berkelanjutan sebagai wujud pembinaan yang terus-menerus,” terang Juli.

Saat PON Aceh-Sumut tahun 2024, kata dia, Hapkido Kaltim berkesempatan bertanding secara reguler, bermodal satu satunya Atlet yang mereka bawa bernama Janitra Cikan, Cabor beladiri asal korea ini berhasil mengamankan 1 medali perak dan menambah perolehan medali kaltim yang akhirnya finish di posisi Kedelapan secara nasional.

Juli menyebut capaian tersebut menunjukkan Hapkido layak mendapat ruang dalam pembinaan olahraga prestasi di Kalimantan Timur. Menurutnya, meski baru mengikuti dua edisi PON sebagai cabang resmi, Hapkido telah mampu menyumbangkan medali.

“Dengan rekam jejak itu, kami yakin Hapkido memiliki potensi prestasi yang besar. Tinggal bagaimana pembinaan ini terus dijaga dan didukung,” katanya.

Dia menambahkan, regenerasi atlet harus terus dilakukan melalui kompetisi berjenjang mulai dari tingkat daerah hingga nasional agar prestasi yang telah diraih tidak berhenti pada satu generasi saja.

Disisi lain, Janitra menceritakan dirinya mengawali karier sebagai atlet Taekwondo di Sekolah Khusus Olahraga (SKOI). Melihat peluang yang dimilikinya, sang ayah yang juga pelatih Hapkido kemudian mengarahkannya berpindah cabang olahraga.

“Awalnya saya dari Taekwondo. Terus ayah saya melihat peluang saya lebih besar di Hapkido, jadi saya pindah dan mulai latihan sampai akhirnya lolos ke PON,” kata Janitra.

Dia mengaku sempat berjuang seorang diri setelah menjadi satu-satunya atlet yang lolos dari babak kualifikasi. Selama pemusatan latihan, Janitra juga kerap menambah porsi latihan fisik secara mandiri demi meningkatkan kemampuan.

Menurut Janitra, perkembangan Hapkido di Kalimantan Timur cukup pesat dengan munculnya banyak atlet muda yang bersemangat mengejar prestasi. Karena itu, ia berharap cabang olahraga tersebut tetap mendapat kesempatan dipertandingkan pada Porprov sebagai wadah pembinaan atlet daerah.

“Semoga Hapkido bisa tetap dipertandingkan di Porprov karena banyak atlet yang ingin berprestasi. Kaltim harus lebih memperhatikan cabor-cabor baru yang punya peluang membawa prestasi sampai tingkat nasional,” tutup Janitra. (nul)

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker